RAGAM Bubur Sitohap, Bubur dari Danau Toba

Bubur ayam ? Itu mah biasa… Tapi ini beda nih. Bubur sitohap namanya. Bah, Batak kali yah namanya. Ya begitulah. Bubur ini makanan khas penduduk Silalahi, di pinggiran Pantai Danau Toba, Sumatera Utara.

Buburnya sih biasa. Cara masaknya juga ngak jauh beda sama bubur yang lain. Beras sudah pasti ada. Pakai ayam juga. Bumbunya ? Bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, dan andaliman (jenis daun yang dipakai untuk bumbu khas orang Batak). Nah ini yang bikin beda, yaitu daun sitohap. Daun ini yang jadi ciri khas, bubur Silalahi.

Rasanya sedikit gurih kalau dimakan mentah-mentah. Daun ini cuma ada di hutan liar di kawasan pegunungan Danau Toba, Sumatera Utara. Ngambil daunnya aja susah banget. Cuma buat bikin bubur lagi. Jadi penasaran….

Daun sitohap ini untungnya bisa diawetkan. Ngambilnya aja jauh banget yah kan. Itu daun tinggal disimpan. Kalau mau dipakai tinggal dibasuh air biar seger. Lucu juga yah. Dan ternyata bukan ngambilnya aja yang penuh perjuangan. Masak bubur ini sampai jadi butuh waktu sekitar 5 jam.

Yang lebih asyik, cara penduduk Silalahi makan bubur ini. Ditaruh dulu dalam wadah antik, yang usianya sudah ratusan tahun, yang memang khusus untuk bubur sitohap. Trus, langsung deh tuh bubur yang masih panas, dicomot pakai jari tangan. Kesannya jorok yah, tapi justru disitu asyiknya. Ngak peduli, pejabat atau tokoh masyarakat, semua makan bareng. Yang jelas bubur sitohap katanya enak banget.(Arni Gusmiarni/Ijs)

sumber : http://www.indosiar.com/ragam/66664/bubur-sitohap-bubur-dari-danau-toba


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: